Kesejahteraan

Menulis untuk meluruskan pikiran kusut dan menambah produktivitas

Ketika ada banyak pikiran berseliweran di kepala, ini bisa membuat kita stres, gelisah, dan menghambat produktivitas. Terkadang kita juga merasa ada begitu banyak hal yang mesti dikerjakan tapi tidak cukup waktu dan tenaga untuk melakukannya. Setiap kali kita mengesampingkan hal yang perlu dikerjakan, hal tersebut akan menjadi beban dan menghantui pikiran kita. Lalu saat sedang bekerja di kantor, ada saja terpikirkan soal sampah menumpuk di rumah yang belum dibuang. Beban pikiran ini mengambil ruang dalam otak sehingga mengurangi kapasitas kita dalam bekerja.

Agar tidak terus kepikiran, tentulah salah satu caranya adalah dengan tidak menunda dan mengerjakan hal tersebut. Tapi ini tidak selalu realistis, bagaimana jika kita memang tidak sempat untuk mengerjakan semuanya sekaligus? Atau bagaimana jika hal tersebut baru sekedar ide yang ingin kita kerjakan suatu hari nanti?

Cara paling mudah untuk meluruskan kekusutan pikiran karena banyaknya hal yang dipikirkan adalah dengan menuliskannya. Ambil sebuah buku catatan, jurnal atau diary, atau bahkan selembar kertas saja, lalu tuliskan semua yang berseliweran di pikiran. Dengan menuliskannya, ide tersebut berubah menjadi materi yang nyata dalam bentuk tulisan. Dengan menulis, pikiran bawah sadar kita akan lebih tenang karena mengetahui bahwa ide tersebut tidak akan hilang sekalipun tidak dipikirkan dan diingat terus menerus karena sudah dicatat.

Jika mengibaratkan komputer, pikiran ini seperti data yang dimuat di RAM. RAM perlu diberi asupan listrik agar berfungsi. Sekalinya listrik terputus, maka seluruh isi data yang dimuat di RAM akan hilang. Jika RAM ini otak, akan terdengar melelahkan bukan. Tapi jika data sudah dipindahkan ke dalam Harddisk, data di RAM bisa dihapus bahkan aliran listrik pun bisa diputus, karena data yang diperlukan bisa ditarik kembali dari Harddisk saat diperlukan.

Dengan memindahkan pikiran ke selembar kertas, kita mengosongkan pikiran dan membuka ruang untuk memikirkan hal lain, atau menggunakan ruang ekstra tersebut untuk berkonsentrasi penuh pada kerjaan yang sedang dikerjakan di depan mata.